Kisah Sang Pelari Cepat dalam Gelap, Atlet Difabel Andalan Indonesia - Liputan6 Siang


Published: 08 October 2018
Salah satu atlet andalan Indonesia yang akan berjuang meraih medali di cabang lari cepat atletik adalah Abdul Halim. Abdul Halim adalah difabel tunanetra salah satu atlet andalan Timnas Indonesia dalam cabang atletik nomor lari 100 dan 200 meter putra Asian Para Games 2018. Agung adalah kawan sekamarnya sesama atlet Asian Para Games. Dua orang sahabat ini menjalani pemusatan latihan di Kota Solo, Jawa Tengah. Bersama rekan-rekan atlet para games lainnya, Abdul Halim setiap hari menjalani latihan rutin di Stadion Sriwedari, Solo. Terlahir dengan mata yang normal, penglihatan Abdul Halim perlahan menghilang. Di usia 15 tahun, ablasio retina menyerang matanya dan membuatnya menjadi buta. Frustrasi, emosi dan perasaan terpuruk sempat ia alami. Bekerja sebagai tukang pijat pun sempat ia lakoni untuk menyambung hidup. Perkenalannya dengan atletik membuatnya kembali bangkit dan memperoleh rasa percaya dirinya yang sempat hilang. Prestasi demi prestasi ia raih di ajang nasional maupun internasional. Lahir di Medan, Sumatera Utara, 33 tahun lalu, kini Abdul Halim menjalani keseharian sebagai atlet difabel profesional di Bandung, Jawa Barat. Berlari cepat dengan kondisi tidak melihat tentu memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Kondisi ini justru menjadi tantangan bagi Abdul Halim untuk terus berlatih dan mencapai catatan waktu terbaiknya. Hidup cuma sekali dan harus menjadi berarti. Inilah harapan Abdul Halim sang pelari cepat dalam gelap.
Loading...

labelKisah,Sang,Pelari,Cepat,dalam,Gelap,,Atlet,Difabel,Andalan,Indonesia,-,Liputan6,Siang

comment  Comments