Dua Sisi - "Perhelatan IMF Prestise atau Pemborosan?" || (10/10/2018)


Published: 10 October 2018
Sejumlah kalangan menilai pemerintahan Jokowi telah menghamburkan uang untuk menggelar pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia Bali. Jokowi membantah kritikan tersebut. Menurutnya, anggaran ratusan miliar sebagian digunakan untuk perluasan apron bandara dan pembuatan terowongan guna menghindari kemacetan. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi usai memberikan orasi di hadapan Civitas Akademika Universitas Sumatera Utara , di Medan, Senin 8 Oktober 2018. Presiden Jokowi menegaskan annual meeting yang dihadiri 15 ribu peserta menjadi rebutan setiap negara. Sebab, meeting tersebut memberikan dampak dan citra yang baik terhadap negara yang menjadi lokasi pertemuan. Jokowi menjelaskan pemerintah tidak membiayai kehadiran peserta. Mereka datang dengan biaya sendiri. Sementara besarnya anggaran digunakan untuk perluasan apron bandara Ngurah Rai, Bali dan pembuatan terowongan. "Nantinya juga akan bisa dipergunakan seterusnya bagi masyarakat Indonesia jika pertemuan IMF telah usai. Apa yang dilakukan pemerintah mengenai penggunaan anggaran yang sempat dipermasalahkan bukan sesuatu yang hilang begitu saja" Ujarnya Selain itu, menurut Presiden, dengan adanya pertemuan IMF 2018 di Bali diharapkan dapat memperkuat promosi untuk Bali dan tempat-tempat wisata lainnya yang ada di indonesia. jadi, citra indonesia semakin baik di mata dunia. Pemerintah mengganggarkan lebih dari 800 miliar untuk perhelatan internasional tersebuit di Bali. Anggaran yang terpakai sekitar 500 miliar rupiah.
Loading...

labelDua,Sisi,-,"Perhelatan,IMF,Prestise,atau,Pemborosan?",||,(10/10/2018)

comment  Comments