3 Korban Kerusuhan Suporter Arema FC Kontra Persib Masih Dirawat di RS

.jpg" height="58" width="58">

Published: 2018-04-16
Kericuhan bermula saat penonton mulai merangsek masuk ke lapangan di penghujung laga. Saat itu, pertandingan sudah memasuki menit 92.

Aksi Aremania menginvasi lapangan diadang oleh pihak keamanan. Bentrok tak dapat dihindari, hingga akhirnya 212 korban luka harus dilarikan ke rumah sakit.

Penabuh drum Aremania, Sukarno, mengungkapkan apa yang menjadi penyebab pecahnya emosi rekan-rekannya. Menurut Cak No (sapaannya), mereka kecewa dengan performa Arema yang di bawah standar dalam empat laga beruntun.

"Semua bisa analisa permainan Arema selama Liga 1 musim ini seperti apa. Harus ada evaluasi, perkembangan. Suporter jangan dijadikan kambing hitam. Dengan kejadian kemarin, kami turut prihatin," kata Cak No.

Kepemimpinan wasit, disebutkan Cak No, juga menjadi sebab utama. Aremania merasa wasit Handri Kristanto tak memiliki ketegasan saat memimpin laga.

Dan keributan memuncak usai pihak keamanan melakukan tindakan antisipasi yang dianggap terlalu keras oleh Aremania.

"Harusnya keamanan tak menangkap Aremania yang masih di pinggir lapangan. Lalu, ada gas air mata yang ditembakkan ke arah tribun. Itu bikin Aremania marah, karena banyak suporter yang bergelimpangan terkena gas air mata. Itu jelas salah prosedur," tegas Cak No. (one)

SUBSCRIBE: https://goo.gl/Ugi4aE

TWITTER: https://twitter.com/tvOneNews

FACEBOOK: http://facebook.com/tvOneNews

INSTAGRAM: http://instagram.com/tvOneNews

---------------------------------------------------------------------------------
Loading...

label3,Korban,Kerusuhan,Suporter,Arema,FC,Kontra,Persib,Masih,Dirawat,di,RS

comment  Comments
  • Shun Shink
    Shun Shink

    Itu merugikan buat suporter sendiri bisa kena sangsi dari fiva tuh

  • preman tobat
    preman tobat

    Akibat ulah oknum suporter kampungan. Banyak yg jadi korban. Memalukan parahhhhhhhhhhhhKomdis pssi harus tegas dalam memberikan sanksi.